Modul: Bab 2 Konflik Sosial

🎬 Video Pembelajaran:
Tersedia juga video pembelajaran di bawah materi PDF.
Pengertian Konflik Konflik berasal dari bahasa Latin conlictus yang berarti benturan. Konflik adalah benturan kepentingan antara dua atau lebih pihak yang saling memengaruhi dalam interaksi sosial. Pihak-pihak berusaha mencapai tujuan dengan berbagai cara termasuk menjatuhkan lawan. Faktor Penyebab Konflik Sosial (Menurut UU RI No. 7/2012) Permasalahan politik, ekonomi, dan sosial budaya. Perseteruan antarumat beragama, antarsuku, dan antaretnik. Sengketa batas wilayah desa/kabupaten/provinsi. Sengketa sumber daya alam antarmasyarakat atau dengan pelaku usaha. Distribusi sumber daya alam yang tidak seimbang. Macam-Macam Konflik Sosial Konflik vertikal: antar kelas sosial (misal: buruh vs pemilik modal). Konflik horizontal: antar suku, agama, ras. Kekerasan (Menurut Johan Galtung dan Sullivan) Sikap menekan lawan secara fisik, verbal, atau psikologis. Perilaku menyakiti fisik atau menghancurkan properti. Jenis kekerasan: Fisik: perkelahian, kekerasan seksual. Verbal: ejekan, hinaan, ujaran kebencian, body shaming. Mental/psikologis: dikucilkan, direndahkan, diasingkan. Dampak Negatif Konflik dan Kekerasan Intrapersonal: ketidakpuasan diri, gangguan emosional, depresi, menjauh dari lingkungan sosial. Intergroup/Intrasociety: rasisme, eksklusi sosial, diskriminasi, konflik antarkelompok, ketimpangan sosial, pengangguran struktural. Internasional/global: gangguan psikologis dan fisik korban perang, eksploitasi, ekstremisme agama. Dampak Positif Konflik dan Kekerasan: Meningkatkan persatuan antaranggota kelompok. Mendorong pembentukan nilai dan norma baru. Memacu perubahan dan dinamika sosial lebih terbuka dan demokratis. Pencegahan Konflik Sosial Pemantauan perselisihan yang berpotensi kekerasan secara cermat. Pembentukan mekanisme peringatan dini. Perencanaan koordinasi pencegahan konflik. Pelembagaan mekanisme pencegahan di tingkat lokal, regional, internasional. Resolusi Konflik Bertujuan menyelesaikan konflik hingga tuntas dan memenuhi kebutuhan semua pihak. Cara: pengamatan dan penyelidikan latar belakang isu, perilaku, dan tuntutan tiap pihak. Manajemen Konflik Pendekatan mengendalikan intensitas dan dampak konflik jangka panjang. Metode: intervensi, negosiasi, diplomasi, mekanisme kelembagaan. Skala Manajemen Konflik Dialog: refleksi kritis dan kesepakatan bersama. Pertemuan: keterlibatan pihak ketiga netral untuk mencari akar masalah. Negosiasi: perundingan win-win solution. Mediasi: pihak ketiga membantu menemukan titik terang. Arbitrase: keputusan pihak ketiga harus diterima. Ajudikasi: pihak ketiga berwenang memberikan putusan final. Transformasi Konflik: Mengubah konflik menjadi konstruktif dengan kolaborasi dan pengembangan keterampilan untuk pemecahan masalah. Membangun Perdamaian Sosial Pencegahan (preventive). Membentuk perdamaian (peacemaking). Menjaga perdamaian (peacekeeping). Membangun perdamaian (peacebuilding). Penelitian Berbasis Pemecahan Konflik Identifikasi komponen konflik sosial. Pengumpulan data. Pemetaan dan analisis data. Rekomendasi penyelesaian konflik.
Kembali Tombol Kembali
⬅️Kembali
🔈Bacakan Halaman ⏹️Berhenti Bicara